One place for hosting & domains

      What is APT?


      Advanced Package Tool, more commonly known as APT, is a collection of tools used to install, update, remove, and otherwise manage software packages on Debian and its derivative operating systems, including Ubuntu and Linux Mint. APT works through the use of repositories, or special directories that hold collections of software packages.

      The Debian project maintains an official repository holding thousands of software packages which APT users can install via the apt command-line program and a network connection. Users can also install packages from third-party repositories as well as locally-stored repositories.

      For more information about APT and other package management utilities, see our guide on Package Management Basics.



      Source link

      Cara Menginstal Java dengan Apt pada Ubuntu 20.04


      [*]

      Pengantar

      Java dan JVM (mesin virtual Java) diperlukan untuk berbagai jenis perangkat lunak, termasuk Tomcat, Jetty, Glassfish, Cassandra, dan Jenkins.

      Dalam panduan ini, Anda akan menginstal berbagai versi Java Runtime Environment (JRE) dan Java Developer Kit (JDK) dengan menggunakan apt. Anda akan menginstal OpenJDK serta JDK resmi dari Oracle. Kemudian, Anda akan memilih versi yang ingin digunakan untuk proyek Anda. Saat Anda selesai, Anda akan dapat menggunakan JDK untuk mengembangkan perangkat lunak atau menggunakan Java Runtime untuk menjalankan perangkat lunak.

      Prasyarat

      Untuk mengikuti tutorial ini, Anda akan membutuhkan:

      Menginstal JRE/JDK Asali

      Pilihan termudah untuk menginstal Java adalah dengan menggunakan versi yang dikemas beserta Ubuntu. Secara asali, Ubuntu 20.04 meliputi Open JDK 11, yang merupakan varian sumber terbuka dari JRE dan JDK.

      Untuk menginstal versi ini, perbarui indeks paket terlebih dahulu:

      Selanjutnya, periksa apakah Java sudah terinstal:

      Jika Java belum terinstal, Anda akan melihat keluaran berikut ini:

      Output

      Command 'java' not found, but can be installed with: sudo apt install default-jre # version 2:1.11-72, or sudo apt install openjdk-11-jre-headless # version 11.0.7+10-3ubuntu1 sudo apt install openjdk-13-jre-headless # version 13.0.3+3-1ubuntu2 sudo apt install openjdk-14-jre-headless # version 14.0.1+7-1ubuntu1 sudo apt install openjdk-8-jre-headless # version 8u252-b09-1ubuntu1

      Jalankan perintah berikut untuk menginstal Java Runtime Environment (JRE) asali yang akan menginstal JRE dari OpenJDK 11:

      • sudo apt install default-jre

      JRE akan membuat Anda dapat menjalankan hampir semua perangkat lunak Java.

      Lakukan verifikasi instalasi dengan:

      Anda akan melihat keluaran berikut:

      Output

      openjdk version "11.0.7" 2020-04-14 OpenJDK Runtime Environment (build 11.0.7+10-post-Ubuntu-3ubuntu1) OpenJDK 64-Bit Server VM (build 11.0.7+10-post-Ubuntu-3ubuntu1, mixed mode, sharing)

      Selain JRE, Anda mungkin membutuhkan Java Development Kit (JDK) sebagai tambahan untuk mengompilasi dan menjalankan beberapa perangkat lunak berbasis Java yang spesifik. Untuk menginstal JDK, jalankan perintah berikut, yang juga akan menginstal JRE:

      • sudo apt install default-jdk

      Lakukan verifikasi bahwa JDK sudah terinstal dengan memeriksa versi javac, pengompilasi Java:

      Anda akan melihat keluaran berikut:

      Output

      javac 11.0.7

      Selanjutnya, mari kita lihat cara menginstal JDK dan JRE resmi dari Oracle.

      Menginstal Oracle JDK 11

      Perjanjian lisensi Oracle untuk Java tidak mengizinkan instalasi otomatis melalui manajer paket. Untuk menginstal Oracle JDK, yang merupakan versi resmi yang didistribusikan oleh Oracle, Anda harus membuat akun Oracle dan mengunduh JDK secara manual untuk menambahkan repositori paket baru pada versi yang Anda ingin gunakan. Kemudian, Anda dapat menggunakan apt untuk menginstalnya dengan bantuan dari skrip instalasi pihak ketiga.

      Versi JDK Oracle yang Anda perlu unduh harus sesuai dengan versi skrip penginstal. Untuk mengetahui versi mana yang Anda butuhkan, kunjungi laman oracle-java11-installer.

      Cari paket untuk Focal, seperti yang ditunjukkan dalam gambar berikut:

      Paket penginstal untuk Ubuntu 2.04

      Pada gambar ini, versi skripnya adalah 11.0.7. Dalam kasus ini, Anda akan membutuhkan Oracle JDK 11.0.7. Anda tidak perlu mengunduh apa pun dari laman ini, karena Anda akan segera mengunduh skrip instalasi melalui apt.

      Kemudian, kunjungi laman Unduhan dan cari versi yang cocok dengan versi yang Anda butuhkan.

      Oracle Java 11

      Klik tombol JDK Download dan Anda akan dibawa ke layar yang menunjukkan versi-versi yang tersedia. Klik paket .tar.gz untuk Linux.

      Unduhan Linux

      Anda akan ditunjukkan suatu layar yang meminta Anda untuk menerima perjanjian lisensi Oracle. Pilih kotak centang untuk menerima perjanjian lisensi dan tekan tombol Download. Unduhan Anda akan dimulai. Anda mungkin perlu log masuk ke akun Oracle Anda sekali lagi sebelum unduhan dimulai.

      Setelah berkas diunduh, Anda perlu mentransfernya ke server Anda. Pada mesin lokal Anda, unggah berkas tersebut ke server Anda. Pada macOS, Linux, atau Windows yang menggunakan Windows Subsystem untuk Linux, gunakan perintah scp untuk mentransfer berkas ke direktori rumah dari pengguna sammy Anda. Perintah berikut mengasumsikan Anda telah menyimpan berkas Oracle JDK ke folder Downloads di mesin lokal Anda:

      • scp Downloads/jdk-11.0.7_linux-x64_bin.tar.gz sammy@your_server_ip:~

      Saat unggahan berkas selesai, kembali ke server Anda dan tambahkan repositori pihak ketiga yang akan membantu Anda menginstal Java dari Oracle.

      Instal paket software-properties-common, yang menambahkan perintah add-apt-repository ke sistem Anda:

      • sudo apt install software-properties-common

      Selanjutnya, impor kunci penandatanganan untuk melakukan verifikasi perangkat lunak yang akan Anda instal:

      • sudo apt-key adv --keyserver keyserver.ubuntu.com --recv-keys EA8CACC073C3DB2A

      Anda akan melihat keluaran ini:

      Output

      gpg: key EA8CACC073C3DB2A: public key "Launchpad PPA for Linux Uprising" imported gpg: Total number processed: 1 gpg: imported: 1

      Kemudian, gunakan perintah add-apt-repository untuk menambahkan repositori ke daftar sumber paket Anda:

      • sudo add-apt-repository ppa:linuxuprising/java

      Anda akan melihat pesan ini:

      Output

      Oracle Java 11 (LTS) and 12 installer for Ubuntu, Linux Mint and Debian. Java binaries are not hosted in this PPA due to licensing. The packages in this PPA download and install Oracle Java 11, so a working Internet connection is required. The packages in this PPA are based on the WebUpd8 Oracle Java PPA packages: https://launchpad.net/~webupd8team/+archive/ubuntu/java Created for users of https://www.linuxuprising.com/ Installation instructions (with some tips), feedback, suggestions, bug reports etc.: . . . Press [ENTER] to continue or ctrl-c to cancel adding it

      Tekan ENTER untuk melanjutkan instalasi. Anda mungkin melihat suatu pesan tentang no valid OpenPGP data found, tetapi Anda dapat mengabaikan ini dengan aman.

      Perbarui daftar paket Anda supaya perangkat lunak baru tersedia untuk instalasi:

      Penginstal akan mencari Oracle JDK yang sudah Anda unduh di /var/cache/oracle-jdk11-installer-local. Buat direktori ini dan pindahkan arsip Oracle JDK ke sana:

      • sudo mkdir -p /var/cache/oracle-jdk11-installer-local/
      • sudo cp jdk-11.0.7_linux-x64_bin.tar.gz /var/cache/oracle-jdk11-installer-local/

      Terakhir, instal paket:

      • sudo apt install oracle-java11-installer-local

      Penginstal akan meminta Anda untuk menerima perjanjian lisensi Oracle terlebih dahulu. Terima perjanjian, kemudian penginstal akan mengekstrak paket Java dan menginstalnya.

      Sekarang, mari kita lihat cara memilih versi Java yang Anda ingin gunakan.

      Mengelola Java

      Anda dapat memiliki beberapa instalasi Java pada satu server. Anda dapat mengonfigurasi versi mana yang menjadi versi asali untuk digunakan pada baris perintah dengan menggunakan perintah update-alternatives.

      • sudo update-alternatives --config java

      Seperti inilah keluaran yang akan terlihat jika Anda telah menginstal kedua versi Java dalam tutorial ini:

      Output

      There are 2 choices for the alternative java (providing /usr/bin/java). Selection Path Priority Status ------------------------------------------------------------ 0 /usr/lib/jvm/java-11-openjdk-amd64/bin/java 1111 auto mode 1 /usr/lib/jvm/java-11-openjdk-amd64/bin/java 1111 manual mode * 2 /usr/lib/jvm/java-11-oracle/bin/java 1091 manual mode Press <enter> to keep the current choice[*], or type selection number:

      Pilih angka yang terasosiasi dengan versi Java untuk menggunakannya sebagai versi asali, atau tekan ENTER untuk keluar dari pengaturan saat ini.

      Anda dapat melakukan ini untuk perintah Java lainnya, seperti pengompilasi (javac):

      • sudo update-alternatives --config javac

      Perintah lain seperti ini yang dapat dijalankan meliputi, tetapi tidak terbatas pada: keytool, javadoc, dan jarsigner.

      Mengatur Variabel Lingkungan JAVA_HOME

      Banyak program yang ditulis dengan Java menggunakan variabel lingkungan JAVA_HOME untuk menentukan lokasi instalasi Java.

      Untuk mengatur variabel lingkungan ini, pertama-tama tentukan lokasi instalasi Java. Gunakan perintah update-alternatives:

      • sudo update-alternatives --config java

      Perintah ini menunjukkan setiap instalasi Java serta jalur instalasinya:

      Output

      There are 2 choices for the alternative java (providing /usr/bin/java). Selection Path Priority Status ------------------------------------------------------------ 0 /usr/lib/jvm/java-11-openjdk-amd64/bin/java 1111 auto mode 1 /usr/lib/jvm/java-11-openjdk-amd64/bin/java 1111 manual mode * 2 /usr/lib/jvm/java-11-oracle/bin/java 1091 manual mode Press <enter> to keep the current choice[*], or type selection number:

      Dalam hal ini, jalur instalasinya sebagai berikut:

      1. OpenJDK 11 terletak di /usr/lib/jvm/java-11-openjdk-amd64/bin/java.
      2. Oracle Java terletak di /usr/lib/jvm/java-11-oracle/jre/bin/java.

      Salin jalur dari instalasi pilihan Anda. Kemudian, buka /etc/environment menggunakan nano atau editor teks favorit Anda:

      • sudo nano /etc/environment

      Di akhir berkas ini, tambahkan baris berikut ini, pastikan untuk mengganti jalur yang disoroti dengan jalur yang telah Anda salin, tetapi jangan menyertakan bagian bin/ dari jalur itu:

      /etc/environment

      JAVA_HOME="/usr/lib/jvm/java-11-openjdk-amd64"
      

      Memodifikasi berkas ini akan menentukan jalur JAVA_HOME untuk semua pengguna di sistem Anda.

      Simpan berkas dan keluar dari editor.

      Sekarang, muat ulang berkas ini untuk menerapkan perubahan pada sesi ini:

      Lakukan verifikasi bahwa variabel lingkungan sudah diatur:

      Anda akan melihat jalur yang baru saja Anda atur:

      Output

      /usr/lib/jvm/java-11-openjdk-amd64

      Pengguna lain akan perlu menjalankan perintah source /etc/environment atau log keluar dan log masuk kembali untuk menerapkan pengaturan ini.

      Kesimpulan

      Dalam tutorial ini, Anda telah menginstal beberapa versi Java dan mempelajari cara mengelolanya. Sekarang, Anda dapat menginstal perangkat lunak yang berjalan pada Java, seperti Tomcat, Jetty, Glassfish, Cassandra, atau Jenkins.

      [*]
      [*]Source link

      How To Install MongoDB from the Default APT Repositories on Ubuntu 20.04


      Introduction

      MongoDB is a free and open-source NoSQL document database used commonly in modern web applications.

      In this tutorial you’ll install MongoDB, manage its service, and optionally enable remote access.

      Note: As of this writing, this tutorial installs version 3.6 of MongoDB, which is the version available from the default Ubuntu repositories. However, we generally recommend installing the latest version of MongoDB — version 4.4 as of this writing — instead. If you’d like to install the latest version of MongoDB, we encourage you to follow this guide on How To Install MongoDB on Ubuntu 20.04 from source.

      Prerequisites

      To follow this tutorial, you will need:

      • One Ubuntu 20.04 server set up by following this initial server setup tutorial, including a non-root user with administrative privileges and a firewall configured with UFW.

      Step 1 — Installing MongoDB

      Ubuntu’s official package repositories include MongoDB, which means we can install the necessary packages using apt. As mentioned in the introduction, the version available from the default repositories is not the latest one. To install the latest version of Mongo, please follow this tutorial instead.

      First, update the packages list to have the most recent version of the repository listings:

      Now install the MongoDB package itself:

      This command will prompt you to confirm that you want to install the mongodb package and its dependencies. To do so, press Y and then ENTER.

      This command installs several packages containing a stable version of MongoDB, along with helpful management tools for the MongoDB server. The database server is automatically started after installation.

      Next, let’s verify that the server is running and works correctly.

      Step 2 — Checking the Service and Database

      The installation process started MongoDB automatically, but let’s verify that the service is started and that the database is working.

      First, check the service’s status:

      • sudo systemctl status mongodb

      You’ll see this output:

      Output

      ● mongodb.service - An object/document-oriented database Loaded: loaded (/lib/systemd/system/mongodb.service; enabled; vendor preset: enabled) Active: active (running) since Thu 2020-10-08 14:23:22 UTC; 49s ago Docs: man:mongod(1) Main PID: 2790 (mongod) Tasks: 23 (limit: 2344) Memory: 42.2M CGroup: /system.slice/mongodb.service └─2790 /usr/bin/mongod --unixSocketPrefix=/run/mongodb --config /etc/mongodb.conf

      According to this output, the MongoDB server is up and running.

      We can verify this further by actually connecting to the database server and executing the following diagnostic command. This will output the current database version, the server address and port, and the output of the status command:

      • mongo --eval 'db.runCommand({ connectionStatus: 1 })'

      Output

      MongoDB shell version v3.6.8 connecting to: mongodb://127.0.0.1:27017 Implicit session: session { "id" : UUID("e3c1f2a1-a426-4366-b5f8-c8b8e7813135") } MongoDB server version: 3.6.8 { "authInfo" : { "authenticatedUsers" : [ ], "authenticatedUserRoles" : [ ] }, "ok" : 1 }

      A value of 1 for the ok field in the response indicates that the server is working properly.

      Next, we’ll look at how to manage the server instance.

      Step 3 — Managing the MongoDB Service

      The installation process outlined in Step 1 configures MongoDB as a systemd service, which means that you can manage it using standard systemctl commands alongside all other system services in Ubuntu.

      To verify the status of the service, type:

      • sudo systemctl status mongodb

      You can stop the server at any time by typing:

      • sudo systemctl stop mongodb

      To start the server when it is stopped, type:

      • sudo systemctl start mongodb

      You can also restart the server with the following command:

      • sudo systemctl restart mongodb

      By default, MongoDB is configured to start automatically with the server. If you wish to disable the automatic startup, type:

      • sudo systemctl disable mongodb

      You can re-enable automatic startup any time with the following command:

      • sudo systemctl enable mongodb

      Next, let’s adjust the firewall settings for our MongoDB installation.

      Step 4 — Adjusting the Firewall (Optional)

      Assuming you have followed the initial server setup tutorial instructions to enable the firewall on your server, the MongoDB server will be inaccessible from the internet.

      If you intend to use the MongoDB server only locally with applications running on the same server, this is the recommended and secure setting. However, if you would like to be able to connect to your MongoDB server from the internet, you have to allow the incoming connections by adding a UFW rule.

      To allow access to MongoDB on its default port 27017 from everywhere, you could run sudo ufw allow 27017. However, enabling internet access to MongoDB server on a default installation gives anyone unrestricted access to the database server and its data.

      In most cases, MongoDB should be accessed only from certain trusted locations, such as another server hosting an application. To only allow access to MongoDB’s default port by another trusted server, you can specify the remote server’s IP address in the ufw command. This way, only that machine will be explicitly allowed to connect:

      • sudo ufw allow from trusted_server_ip/32 to any port 27017

      You can verify the change in firewall settings with ufw:

      You should see traffic to port 27017 allowed in the output. Note that if you have decided to allow only a certain IP address to connect to MongoDB server, the IP address of the allowed location will be listed instead of Anywhere in this command’s output:

      Output

      Status: active To Action From -- ------ ---- OpenSSH ALLOW Anywhere 27017 ALLOW Anywhere OpenSSH (v6) ALLOW Anywhere (v6) 27017 (v6) ALLOW Anywhere (v6)

      You can find more advanced firewall settings for restricting access to services in UFW Essentials: Common Firewall Rules and Commands.

      Even though the port is open, MongoDB will still only be listening on the local address 127.0.0.1. To allow remote connections, add your server’s publicly-routable IP address to the mongodb.conf file.

      Open the MongoDB configuration file in your preferred text editor. This example command uses nano:

      • sudo nano /etc/mongodb.conf

      Add your MongoDB server’s IP address to the bindIP value. Be sure to place a comma between the existing IP address and the one you added:

      /etc/mongodb.conf

      ...
      logappend=true
      
      bind_ip = 127.0.0.1,your_server_ip
      #port = 27017
      
      ...
      

      Save the file and exit the editor. If you used nano to edit the file, do so by pressing CTRL + X, Y, then ENTER.

      Then, restart the MongoDB service:

      • sudo systemctl restart mongodb

      MongoDB is now listening for remote connections, but anyone can access it. Follow How To Secure MongoDB on Ubuntu 20.04 to add an administrative user and lock things down further.

      Conclusion

      You can find more in-depth tutorials on how to configure and use MongoDB in these DigitalOcean community articles. The official MongoDB documentation is also a great resource on the possibilities that MongoDB provides.



      Source link