One place for hosting & domains

      Mengakses

      Cara Menggunakan ViewChild di Angular untuk Mengakses Komponen Anak, Arahan, atau Elemen DOM


      Pengantar

      Artikel ini akan memperkenalkan Anda dengan dekorator ViewChild dari Angular.

      Mungkin ada kalanya Anda ingin mengakses arahan, komponen anak, atau elemen DOM dari kelas komponen induk. Dekorator ViewChild menghasilkan elemen pertama yang sesuai dengan suatu arahan, komponen, atau pemilih referensi templat yang ditentukan.

      Menggunakan ViewChild dengan Arahan

      ViewChild memungkinkan untuk mengakses arahan.

      Umpamakan kita memiliki SharkDirective.

      Idealnya, Anda akan menggunakan @angular/cli untuk melakukan generate arahan Anda:

      • ng generate directive shark

      Cara lainnya, Anda mungkin perlu menambahkannya secara manual ke app.module.ts:

      app.module.ts

      import { SharkDirective } from './shark.directive';
      ...
      @NgModule({
        declarations: [
          AppComponent,
          SharkDirective
        ],
        ...
      })
      

      Arahan kita akan mencari elemen dengan atribut appShark dan mengawali teks di dalam elemen dengan kata Shark:

      shark.directive.ts

      import {
        Directive,
        ElementRef,
        Renderer2
      } from '@angular/core';
      
      @Directive(
        { selector: '[appShark]' }
      )
      export class SharkDirective {
        creature="Dolphin";
      
        constructor(elem: ElementRef, renderer: Renderer2) {
          let shark = renderer.createText('Shark ');
          renderer.appendChild(elem.nativeElement, shark);
        }
      }
      

      Selanjutnya, kita akan menambahkan Shark ke Fin dengan menggunakannya di dalam templat komponen:

      app.component.html

      <span appShark>Fin!</span>
      

      Ketika melihat aplikasi di dalam peramban, akan muncul tampilan seperti:

      Output

      Shark Fin!

      Sekarang, kita dapat mengakses variabel instans creature dari SharkDirective dan menetapkan variabel instans extraCreature dengan nilainya:

      app.component.ts

      import {
        Component,
        ViewChild,
        AfterViewInit
      } from '@angular/core';
      import { SharkDirective } from './shark.directive';
      
      @Component({
        selector: 'app-root',
        templateUrl: './app.component.html',
        styleUrls: ['./app.component.css']
      })
      export class AppComponent implements AfterViewInit {
        extraCreature: string;
      
        @ViewChild(SharkDirective)
        set appShark(directive: SharkDirective) {
          this.extraCreature = directive.creature;
        };
      
        ngAfterViewInit() {
          console.log(this.extraCreature); // Dolphin
        }
      }
      

      Kita menggunakan penentu di sini untuk menentukan variabel extraCreature. Perhatikan bahwa kita menunggu kait siklus hidup AfterViewInit untuk mengakses variabel, karena ini saatnya komponen anak dan arahan menjadi tersedia.

      Ketika melihat aplikasi di peramban, kita akan tetap melihat pesan "Shark Fin!". Namun, dalam log konsol, akan muncul tampilan:

      Output

      Dolphin

      Komponen induk dapat mengakses nilai dari arahan.

      Menggunakan ViewChild dengan Elemen DOM

      ViewChild memungkinkan untuk mengakses elemen DOM asli yang memiliki variabel referensi templat.

      Umpamakan kita memiliki <input> dalam templat dengan variabel referensi #someInput:

      app.component.html

      <input #someInput placeholder="Your favorite sea creature">
      

      Sekarang, kita dapat mengakses <input> dengan ViewChild dan menetapkan value:

      app.component.ts

      import {
        Component,
        ViewChild,
        AfterViewInit,
        ElementRef
      } from '@angular/core';
      
      @Component({
        selector: 'app-root',
        templateUrl: './app.component.html',
        styleUrls: ['./app.component.css']
      })
      export class AppComponent implements AfterViewInit {
        @ViewChild('someInput') someInput: ElementRef;
        ngAfterViewInit() {
          this.someInput.nativeElement.value="Whale!";
        }
      }
      

      Ketika ngAfterViewInit dijalankan, nilai <input> akan ditetapkan menjadi:

      Output

      Whale!

      Komponen induk dapat mengatur nilai dari Element DOM anak.

      Menggunakan ViewChild dengan Komponen Anak

      ViewChild memungkinkan untuk mengakses komponen anak dan memanggil variabel instans akses atau metode yang tersedia bagi anak.

      Umpamakan kita memiliki ChildComponent. Idealnya, Anda akan menggunakan @angular/cli untuk melakukan generate kompenen:

      • ng generate component child --flat

      Cara lainnya, Anda mungkin perlu menciptakan berkas child.component.css dan child.component.html serta menambahkannya secara manual ke app.module.ts:

      app.module.ts

      import { ChildComponent } from './child.component';
      ...
      @NgModule({
        declarations: [
          AppComponent,
          ChildComponent
        ],
        ...
      })
      

      Kita akan menambahkan metode whoAmI ke ChildComponent yang menghasilkan pesan:

      child.component.ts

      whoAmI() {
        return 'I am a child component!';
      }
      

      Selanjutnya, kita akan mereferensikan komponen di dalam templat aplikasi kita:

      app.component.html

      <app-child>child works!</app-child>
      

      Sekarang, kita dapat memanggil metode whoAmI dari dalam kelas komponen induk dengan ViewChild seperti ini:

      app.component.ts

      import {
        Component,
        ViewChild,
        AfterViewInit
      } from '@angular/core';
      import { ChildComponent } from './child.component';
      
      @Component({
        selector: 'app-root',
        templateUrl: './app.component.html',
        styleUrls: ['./app.component.css'],
      })
      export class AppComponent implements AfterViewInit {
        @ViewChild(ChildComponent) child: ChildComponent;
        ngAfterViewInit() {
          console.log(this.child.whoAmI()); // I am a child component!
        }
      }
      

      Ketika melihat aplikasi di peramban, log konsol akan menampilkan:

      Output

      I am a child component!

      Komponen induk dapat memanggil metode whoAmI dari komponen anak.

      Kesimpulan

      Anda telah mempelajari cara menggunakan ViewChild untuk mengakses suatu arahan, komponen anak, dan elemen DOM dari kelas komponen induk.

      Jika referensi berubah menjadi elemen baru secara dinamis, ViewChild akan secara otomatis memperbarui referensinya.

      Dalam kasus saat Anda ingin mengakses beberapa anak, Anda akan menggunakan ViewChildren.

      Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang Angular, lihat halaman topik Angular kami untuk proyek latihan dan pemrograman.



      Source link

      Cara Mengakses Kamera Depan dan Belakang dengan getUserMedia() dari JavaScript


      Pengantar

      Kehadiran HTML5 memperkenalkan API dengan akses ke peranti keras perangkat, termasuk API MediaDevices. API ini memberikan akses ke perangkat masukan media seperti audio dan video.

      Dengan bantuan API ini, pengembang dapat mengakses perangkat audio dan video untuk mengalirkan dan menampilkan umpan video langsung di peramban. Dalam tutorial ini, Anda akan mengakses umpan video dari perangkat pengguna dan menampilkannya di peramban menggunakan metode getUserMedia.

      API getUserMedia memanfaatkan perangkat masukan media untuk menghasilkan MediaStream. MediaStream ini berisi jenis media yang diminta, baik audio atau video. Menggunakan aliran yang dikembalikan dari API, umpan video dapat ditampilkan di peramban, yang berguna untuk komunikasi waktu nyata di peramban.

      Ketika digunakan bersama API Rekaman MediaStream, Anda dapat merekam dan menyimpan data media yang ditangkap di peramban. API ini hanya bekerja di asal yang aman seperti API lainnya yang baru diperkenalkan, tetapi API ini juga bekerja di localhost dan URL berkas.

      Prasyarat

      Tutorial ini pertama-tama akan menjelaskan konsep dan mendemonstrasikan contoh dengan Codepen. Di langkah terakhir, Anda akan menciptakan umpan video yang berfungsi untuk peramban.

      Langkah 1 — Memeriksa Dukungan Perangkat

      Pertama-tama, Anda akan melihat cara memeriksa apakah peramban pengguna mendukung API mediaDevices. API ini ada di dalam antarmuka navigator dan berisi keadaan dan identitas saat ini dari agen pengguna. Pemeriksaan dilakukan dengan kode berikut yang dapat ditempelkan ke Codepen:

      if ('mediaDevices' in navigator && 'getUserMedia' in navigator.mediaDevices) {
        console.log("Let's get this party started")
      }
      

      Pertama-tama, ini memeriksa apakah API mediaDevices ada di dalam navigator, lalu memeriksa apakah API getUserMedia tersedia di dalam mediaDevices. Jika ini menampilkan true, Anda dapat memulai.

      Langkah 2 — Meminta Izin Pengguna

      Setelah mengonfirmasi dukungan peramban untuk getUserMedia, Anda perlu meminta izin untuk menggunakan perangkat masukan media pada agen pengguna. Biasanya, setelah pengguna memberikan izin, Promise diberikan yang terselesaikan menjadi aliran media. Promise ini tidak diberikan ketika izin ditolak oleh pengguna, yang memblokir akses ke perangkat ini.

      Tempelkan baris berikut ke Codepen untuk meminta izin:

      navigator.mediaDevices.getUserMedia({video: true})
      

      Objek yang diberikan sebagai argumen untuk metode getUserMedia disebut constraints. Ini menentukan perangkat masukan media yang Anda minta izinnya untuk diakses. Misalnya, jika objek berisi audio: true, pengguna akan diminta memberikan akses ke perangkat masukan audio.

      Bagian ini akan membahas tentang konsep umum dari constraints. Objek constraints adalah suatu objek MediaStreamConstraints yang menentukan jenis media yang diminta dan persyaratan dari setiap jenis media. Anda dapat menentukan persyaratan untuk aliran yang diminta menggunakan objek constraints, seperti resolusi dari aliran yang digunakan (front, back).

      Anda harus menentukan baik audio atau video saat membuat permintaan. NotFoundError akan dihasilkan jika jenis media yang diminta tidak dapat ditemukan di peramban pengguna.

      Jika Anda berniat meminta aliran video dari resolusi 1280 x 720, Anda dapat memperbarui objek constraints agar terlihat seperti ini:

      {
        video: {
          width: 1280,
          height: 720,
        }
      }
      

      Dengan pembaruan ini, peramban akan mencoba mencocokkan pengaturan kualitas yang ditentukan untuk aliran tersebut. Jika perangkat video tidak dapat memberikan resolusi ini, peramban akan memberikan resolusi lain yang tersedia.

      Untuk memastikan peramban memberikan resolusi yang tidak lebih rendah dari yang disediakan sebelumnya, Anda harus memastikan untuk menggunakan properti min. Berikut ini adalah cara Anda dapat memperbarui objek constraints untuk menyertakan properti min:

      {
        video: {
          width: {
            min: 1280,
          },
          height: {
            min: 720,
          }
        }
      }
      

      Ini akan memastikan bahwa resolusi aliran tersebut setidaknya akan sebesar 1280 x 720. Jika persyaratan minimum ini tidak dapat terpenuhi, promise akan ditolak dengan OverconstrainedError.

      Dalam beberapa kasus, Anda mungkin khawatir tentang menyimpan data dan perlu membuat aliran tidak melampaui resolusi yang ditetapkan. Ini dapat menjadi berguna ketika pengguna berada dalam paket yang terbatas. Untuk mengaktifkan fungsionalitas ini, perbarui objek constraints untuk memuat bidang max:

      {
        video: {
          width: {
            min: 1280,
            max: 1920,
          },
          height: {
            min: 720,
            max: 1080
          }
        }
      }
      

      Dengan pengaturan ini, peramban akan memastikan bahwa aliran yang diberikan tidak lebih kecil dari 1280 x 720 dan tidak melebihi 1920 x 1080.

      Ketentuan lain yang dapat digunakan mencakup exact dan ideal. Pengaturan ideal biasanya digunakan bersama properti min dan max untuk menemukan kemungkinan pengaturan terbaik yang paling dekat dengan nilai ideal yang disediakan.

      Anda dapat memperbarui constraints untuk menggunakan kata kunci ideal:

      {
        video: {
          width: {
            min: 1280,
            ideal: 1920,
            max: 2560,
          },
          height: {
            min: 720,
            ideal: 1080,
            max: 1440
          }
        }
      }
      

      Untuk memberi tahu peramban agar menggunakan kamera depan atau belakang (di perangkat mobil) pada perangkat, Anda dapat menentukan properti facingMode dalam objek video:

      {
        video: {
          width: {
            min: 1280,
            ideal: 1920,
            max: 2560,
          },
          height: {
            min: 720,
            ideal: 1080,
            max: 1440
          },
          facingMode: 'user'
        }
      }
      

      Pengaturan ini akan menggunakan kamera yang selalu menghadap depan di semua perangkat. Untuk menggunakan kamera belakang di perangkat mobil, Anda dapat mengubah properti facingMode menjadi environment.

      {
        video: {
          ...
          facingMode: {
            exact: 'environment'
          }
        }
      }
      

      Langkah 4 — Menggunakan Metode enumerateDevices

      Ketika metode enumerateDevices digunakan, metode ini merespons dengan semua perangkat media masukan yang ada dan tersedia di PC pengguna.

      Dengan metode ini, Anda dapat memberi pengguna opsi-opsi tentang perangkat media yang digunakan untuk mengalirkan konten audio atau konten video. Metode ini menghasilkan Promise yang terselesaikan menjadi larik MediaDeviceInfo yang berisi informasi tentang setiap perangkat.

      Contoh cara menggunakan metode ini ditampilkan dalam cuplikan kode di bawah ini:

      async function getDevices() {
        const devices = await navigator.mediaDevices.enumerateDevices();
      }
      

      Respons sampel untuk setiap perangkat akan terlihat seperti yang berikut:

      {
        deviceId: "23e77f76e308d9b56cad920fe36883f30239491b8952ae36603c650fd5d8fbgj",
        groupId: "e0be8445bd846722962662d91c9eb04ia624aa42c2ca7c8e876187d1db3a3875",
        kind: "audiooutput",
        label: "",
      }
      

      Catatan: Label tidak akan diberikan kecuali ada aliran yang tersedia, atau jika pengguna telah memberikan izin akses perangkat.

      Langkah 5 — Menampilkan Aliran Video di Peramban

      Anda telah melewati proses meminta dan mendapatkan akses ke perangkat media, mengonfigurasi constraints untuk menyertakan resolusi yang diperlukan, dan memilih kamera yang Anda perlukan untuk merekam video.

      Setelah melewati semua langkah ini, setidaknya Anda ingin melihat apakah aliran tersebut bekerja sesuai dengan pengaturan yang dikonfigurasi. Untuk memastikan ini, Anda akan menggunakan elemen <video> untuk menampilkan aliran video di peramban.

      Seperti disebutkan sebelumnya, metode getUserMedia memberikan Promise yang dapat diselesaikan menjadi aliran. Aliran yang dihasilkan dapat dikonversi menjadi URL objek dengan metode createObjectURL. URL ini akan diatur sebagai sumber video.

      Anda akan menciptakan demo singkat yang membiarkan pengguna memilih dari daftar perangkat video mereka yang tersedia, yang menggunakan metode enumerateDevices.

      Ini adalah metode navigator.mediaDevices. Ini membuat daftar perangkat media yang tersedia, seperti mikrofon dan kamera. Ini memberikan Promise yang dapat diselesaikan menjadi larik objek yang memerinci perangkat media yang tersedia.

      Ciptakan berkas index.html dan perbarui konten dengan kode di bawah ini:

      index.html

      <!doctype html>
      <html lang="en">
      <head>
          <meta charset="UTF-8">
          <meta name="viewport"
                content="width=device-width, user-scalable=no, initial-scale=1.0, maximum-scale=1.0, minimum-scale=1.0">
          <meta http-equiv="X-UA-Compatible" content="ie=edge">
          <link rel="stylesheet" href="https://stackpath.bootstrapcdn.com/bootstrap/4.1.3/css/bootstrap.min.css">
          <link rel="stylesheet" href="style.css">
          <title>Document</title>
      </head>
      <body>
      <div class="display-cover">
          <video autoplay></video>
          <canvas class="d-none"></canvas>
      
          <div class="video-options">
              <select name="" id="" class="custom-select">
                  <option value="">Select camera</option>
              </select>
          </div>
      
          <img class="screenshot-image d-none" alt="">
      
          <div class="controls">
              <button class="btn btn-danger play" title="Play"><i data-feather="play-circle"></i></button>
              <button class="btn btn-info pause d-none" title="Pause"><i data-feather="pause"></i></button>
              <button class="btn btn-outline-success screenshot d-none" title="ScreenShot"><i data-feather="image"></i></button>
          </div>
      </div>
      
      <script src="https://unpkg.com/feather-icons"></script>
      <script src="script.js"></script>
      </body>
      </html>
      

      Dalam cuplikan kode di atas, Anda telah menyiapkan elemen yang Anda perlukan dan beberapa kontrol untuk video. Yang juga disertakan adalah tombol untuk mengambil tangkapan layar dari umpan video saat ini.

      Sekarang, mari kita hias komponen ini sedikit.

      Ciptakan berkas style.css dan salin gaya berikut ke dalamnya. Bootstrap disertakan untuk mengurangi jumlah CSS yang harus ditulis agar komponennya berjalan.

      style.css

      .screenshot-image {
          width: 150px;
          height: 90px;
          border-radius: 4px;
          border: 2px solid whitesmoke;
          box-shadow: 0 1px 2px 0 rgba(0, 0, 0, 0.1);
          position: absolute;
          bottom: 5px;
          left: 10px;
          background: white;
      }
      
      .display-cover {
          display: flex;
          justify-content: center;
          align-items: center;
          width: 70%;
          margin: 5% auto;
          position: relative;
      }
      
      video {
          width: 100%;
          background: rgba(0, 0, 0, 0.2);
      }
      
      .video-options {
          position: absolute;
          left: 20px;
          top: 30px;
      }
      
      .controls {
          position: absolute;
          right: 20px;
          top: 20px;
          display: flex;
      }
      
      .controls > button {
          width: 45px;
          height: 45px;
          text-align: center;
          border-radius: 100%;
          margin: 0 6px;
          background: transparent;
      }
      
      .controls > button:hover svg {
          color: white !important;
      }
      
      @media (min-width: 300px) and (max-width: 400px) {
          .controls {
              flex-direction: column;
          }
      
          .controls button {
              margin: 5px 0 !important;
          }
      }
      
      .controls > button > svg {
          height: 20px;
          width: 18px;
          text-align: center;
          margin: 0 auto;
          padding: 0;
      }
      
      .controls button:nth-child(1) {
          border: 2px solid #D2002E;
      }
      
      .controls button:nth-child(1) svg {
          color: #D2002E;
      }
      
      .controls button:nth-child(2) {
          border: 2px solid #008496;
      }
      
      .controls button:nth-child(2) svg {
          color: #008496;
      }
      
      .controls button:nth-child(3) {
          border: 2px solid #00B541;
      }
      
      .controls button:nth-child(3) svg {
          color: #00B541;
      }
      
      .controls > button {
          width: 45px;
          height: 45px;
          text-align: center;
          border-radius: 100%;
          margin: 0 6px;
          background: transparent;
      }
      
      .controls > button:hover svg {
          color: white;
      }
      

      Langkah selanjutnya adalah menambahkan fungsionalitas pada demo. Dengan menggunakan metode enumerateDevices, Anda akan mendapatkan perangkat video yang tersedia dan mengaturnya sebagai opsi di dalam elemen pilihan. Ciptakan berkas bernama script.js dan perbarui dengan cuplikan kode berikut:

      script.js

      feather.replace();
      
      const controls = document.querySelector('.controls');
      const cameraOptions = document.querySelector('.video-options>select');
      const video = document.querySelector('video');
      const canvas = document.querySelector('canvas');
      const screenshotImage = document.querySelector('img');
      const buttons = [...controls.querySelectorAll('button')];
      let streamStarted = false;
      
      const [play, pause, screenshot] = buttons;
      
      const constraints = {
        video: {
          width: {
            min: 1280,
            ideal: 1920,
            max: 2560,
          },
          height: {
            min: 720,
            ideal: 1080,
            max: 1440
          },
        }
      };
      
      const getCameraSelection = async () => {
        const devices = await navigator.mediaDevices.enumerateDevices();
        const videoDevices = devices.filter(device => device.kind === 'videoinput');
        const options = videoDevices.map(videoDevice => {
          return `<option value="${videoDevice.deviceId}">${videoDevice.label}</option>`;
        });
        cameraOptions.innerHTML = options.join('');
      };
      
      play.onclick = () => {
        if (streamStarted) {
          video.play();
          play.classList.add('d-none');
          pause.classList.remove('d-none');
          return;
        }
        if ('mediaDevices' in navigator && navigator.mediaDevices.getUserMedia) {
          const updatedConstraints = {
            ...constraints,
            deviceId: {
              exact: cameraOptions.value
            }
          };
          startStream(updatedConstraints);
        }
      };
      
      const startStream = async (constraints) => {
        const stream = await navigator.mediaDevices.getUserMedia(constraints);
        handleStream(stream);
      };
      
      const handleStream = (stream) => {
        video.srcObject = stream;
        play.classList.add('d-none');
        pause.classList.remove('d-none');
        screenshot.classList.remove('d-none');
        streamStarted = true;
      };
      
      getCameraSelection();
      

      Dalam cuplikan kode di atas, ada beberapa hal yang terjadi. Mari kita uraikan:

      1. feather.replace(): metode ini memanggil instans feather, yang merupakan ikon yang diatur untuk pengembangan web.
      2. Variabel constraints menyimpan konfigurasi awal untuk aliran. Ini akan diperluas untuk menyertakan perangkat media yang dipilih pengguna.
      3. getCameraSelection: fungsi ini memanggil metode enumerateDevices. Kemudian, Anda memfilter larik dari Promise yang terselesaikan dan memilih perangkat masukan video. Dari hasil yang terfilter, Anda membuat <option> untuk elemen <select>.
      4. Memanggil metode getUserMedia terjadi di dalam pendengar onclick dari tombol play. Di sini, Anda akan memeriksa apakah metode ini didukung oleh peramban pengguna sebelum memulai aliran.
      5. Selanjutnya, Anda akan memanggil fungsi startStream yang mengambil argumen constraints. Ini memanggil metode getUserMedia dengan constraints yang disediakan. handleStream dipanggil menggunakan aliran dari Promise yang terselesaikan. Metode ini mengatur aliran yang diberikan ke srcObject dari elemen video.

      Selanjutnya, Anda akan menambahkan pendengar ke tombol kontrol pada laman untuk melakukan pause (jeda), stop (berhenti), dan mengambil screenshots (tangkapan layar). Juga, Anda akan menambahkan pendengar ke elemen <select> untuk memperbarui constraints aliran dengan perangkat video yang dipilih.

      Perbarui berkas script.js dengan kode di bawah ini:

      script.js

      ...
      cameraOptions.onchange = () => {
        const updatedConstraints = {
          ...constraints,
          deviceId: {
            exact: cameraOptions.value
          }
        };
        startStream(updatedConstraints);
      };
      
      const pauseStream = () => {
        video.pause();
        play.classList.remove('d-none');
        pause.classList.add('d-none');
      };
      
      const doScreenshot = () => {
        canvas.width = video.videoWidth;
        canvas.height = video.videoHeight;
        canvas.getContext('2d').drawImage(video, 0, 0);
        screenshotImage.src = canvas.toDataURL('image/webp');
        screenshotImage.classList.remove('d-none');
      };
      
      pause.onclick = pauseStream;
      screenshot.onclick = doScreenshot;
      

      Sekarang, saat Anda membuka berkas index.html di peramban, mengeklik tombol Play akan memulai aliran.

      Berikut adalah demo yang lengkap:

      https://codepen.io/chrisbeast/pen/ebYwpX

      Kesimpulan

      Tutorial ini memperkenalkan API getUserMedia. Ini adalah tambahan yang menarik untuk HTML5 yang mempermudah proses penangkapan media di web.

      API menggunakan parameter (constraints) yang dapat digunakan untuk mengonfigurasi akses ke perangkat masukan audio dan video. Ini juga dapat digunakan untuk menentukan resolusi video yang diperlukan untuk aplikasi Anda.

      Anda dapat memperpanjang demo lebih lanjut untuk memberi pengguna dengan suatu opsi untuk menyimpan tangkapan layar yang diambil, begitu juga dengan merekam dan menyimpan data video serta audio dengan bantuan dari API Rekaman MediaStream.



      Source link