One place for hosting & domains

      Node

      Making a Node + MongoDB App on DigitalOcean


      How to Join

      This Tech Talk is free and open to everyone. Register below to get a link to join the live stream or receive the video recording after it airs.

      Date Time RSVP
      July 14, 2021 11:00 a.m.–12:00 p.m. ET / 3:00–4:00 p.m. GMT

      About the Talk

      Node.js and MongoDB are a perfect pair when developing applications. The ability to switch between JavaScript objects and JSON makes development seamless. Harness the power of this combination by building a Node app from scratch using Express, and connecting to the database using mongoose.

      What You’ll Learn

      • How to build a Node app
      • How to create a MongoDB database
      • How to connect Node and MongoDB

      This Talk Is Designed For

      • JavaScript developers that want to store data
      • Developers that want to see how Node apps persist data

      Prerequisites

      • JavaScript knowledge
      • Node knowledge
      • Database knowledge

      Resources

      Express: a fast, unopinionated, minimalist web framework for Node.js
      mongoose: an elegant MongoDB object modeling for Node.js
      MongoDB Node.JS driver: official MongoDB Node.js driver that allows Node.js applications to connect to MongoDB and work with data

      To join the live Tech Talk, register here.



      Source link

      Cara Menggunakan EJS untuk Membuat Templat Aplikasi Node


      Pengantar

      Saat membuat aplikasi Node secara cepat, kadang-kadang diperlukan cara mudah dan cepat untuk membuat templat aplikasi kita.

      Jade hadir sebagai mesin tampilan untuk Express secara asali, tetapi sintaks Jade dapat menjadi terlalu rumit untuk banyak kasus penggunaan. EJS adalah satu alternatif yang melakukan pekerjaan itu dengan baik dan sangat mudah disiapkan. Mari kita lihat cara membuat aplikasi sederhana dan menggunakan EJS untuk memasukkan bagian situs kita yang dapat diulang (potongan) dan menyalurkan data ke tampilan.

      Menyiapkan Aplikasi Demo

      Kita akan membuat dua halaman untuk aplikasi, satu halaman dengan lebar penuh dan yang satu lagi dengan bilah samping.

      Dapatkan kode: Anda dapat menemukan git repo kode demo lengkap di GitHub, di sini

      Struktur Berkas

      Inilah berkas yang akan kita perlukan untuk aplikasi kita. Kita akan membuat templat dari dalam folder tampilan dan selebihnya adalah praktik Node yang cukup standar.

      - views
      ----- partials
      ---------- footer.ejs
      ---------- head.ejs
      ---------- header.ejs
      ----- pages
      ---------- index.ejs
      ---------- about.ejs
      - package.json
      - server.js
      

      package.json akan menyimpan informasi aplikasi Node dan dependensi yang kita perlukan (express dan EJS). server.js akan menyimpan konfigurasi dan penyiapan server Express. Kita akan mendefinisikan rute ke halaman kita di sini.

      Penyiapan Node

      Mari kita masuk ke berkas package.json dan menyiapkan proyek kita di sana.

      package.json

      {
        "name": "node-ejs",
        "main": "server.js",
        "dependencies": {
          "ejs": "^3.1.5",
          "express": "^4.17.1"
        }
      }
      

      Kita cuma perlu Express dan EJS. Sekarang kita harus menginstal dependensi yang baru saja kita definisikan. Lanjutkan dan jalankan:

      Dengan semua dependensi yang telah diinstal, mari kita konfigurasi aplikasi untuk menggunakan EJS dan menyiapkan rute untuk dua halaman yang kita perlukan: halaman indeks (lebar penuh) dan halaman about (bilah samping). Kita akan melakukannya semua dalam berkas server.js.

      server.js

      // load the things we need
      var express = require('express');
      var app = express();
      
      // set the view engine to ejs
      app.set('view engine', 'ejs');
      
      // use res.render to load up an ejs view file
      
      // index page
      app.get("https://www.digitalocean.com/", function(req, res) {
          res.render('pages/index');
      });
      
      // about page
      app.get('/about', function(req, res) {
          res.render('pages/about');
      });
      
      app.listen(8080);
      console.log('8080 is the magic port');
      

      Di sini kita mendefinisikan aplikasi dan mengaturnya untuk ditampilkan di porta 8080. Kita juga harus menjadikan EJS sebagai mesin tampilan untuk aplikasi Express menggunakan app.set('view engine','ejs;. Perhatikan cara kita mengirim tampilan kepada pengguna dengan res.render(). Perlu diperhatikan bahwa res.render() akan mencari tampilan di folder tampilan. Jadi kita hanya perlu mendefinisikan pages/index karena jalur lengkapnya adalah views/pages/index.

      Memulai Server kita

      Lanjutkan dan mulai server menggunakan:

      Sekarang kita dapat melihat aplikasi dalam browser di http://localhost:8080 dan http://localhost:8080/about. Aplikasi kita sudah siap dan kita harus mendefinisikan berkas tampilan dan melihat cara kerja EJS di sana.

      Buat Potongan EJS

      Seperti banyak aplikasi yang kita buat, akan ada banyak kode yang digunakan kembali. Kita akan memanggil potongan itu dan mendefinisikan tiga berkas yang akan kita gunakan di seluruh bagian situs kita: head.ejs, header.ejs, dan footer.ejs. Mari kita buat berkas-berkas itu sekarang.

      views/partials/head.ejs

      <meta charset="UTF-8">
      <title>EJS Is Fun</title>
      
      <!-- CSS (load bootstrap from a CDN) -->
      <link rel="stylesheet" href="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/twitter-bootstrap/4.5.2/css/bootstrap.min.css">
      <style>
          body { padding-top:50px; }
      </style>
      

      views/partials/header.ejs

      <nav class="navbar navbar-expand-lg navbar-light bg-light">
        <a class="navbar-brand" href="https://www.digitalocean.com/">EJS Is Fun</a>
        <ul class="navbar-nav mr-auto">
          <li class="nav-item">
            <a class="nav-link" href="https://www.digitalocean.com/">Home</a>
          </li>
          <li class="nav-item">
            <a class="nav-link" href="http://www.digitalocean.com/about">About</a>
          </li>
        </ul>
      </nav>
      

      views/partials/footer.ejs

      <p class="text-center text-muted">© Copyright 2020 The Awesome People</p>
      

      Menambahkan Potongan EJS ke Tampilan

      Sekarang potongan kita telah didefinisikan. Kita tinggal memasukkannya dalam tampilan. Mari kita masuk ke dalam index.ejs dan about.ejs serta menggunakan sintaks include untuk menambahkan potongan tersebut.

      Sintaks untuk Memasukkan Potongan EJS

      Gunakan <%- include('RELATIVE/PATH/TO/FILE') %> untuk menyematkan potongan EJS di berkas lain.

      • Tanda hubung <%- daripada cuma <% untuk memberi tahu EJS agar merender HTML mentah.
      • Jalur ke potongan itu relatif terhadap berkas saat ini.

      views/pages/index.ejs

      <!DOCTYPE html>
      <html lang="en">
      <head>
          <%- include('../partials/head'); %>
      </head>
      <body class="container">
      
      <header>
          <%- include('../partials/header'); %>
      </header>
      
      <main>
          <div class="jumbotron">
              <h1>This is great</h1>
              <p>Welcome to templating using EJS</p>
          </div>
      </main>
      
      <footer>
          <%- include('../partials/footer'); %>
      </footer>
      
      </body>
      </html>
      

      Sekarang kita dapat melihat tampilan yang didefinisikan dalam browser di http://localhost:8080. node-ejs-templating-index

      Untuk halaman about, kita juga menambahkan bilah samping bootstrap guna memeragakan cara menstrukturkan potongan untuk digunakan kembali di seluruh bagian templat dan halaman yang berbeda.

      views/pages/about.ejs

      <!DOCTYPE html>
      <html lang="en">
      <head>
          <%- include('../partials/head'); %>
      </head>
      <body class="container">
      
      <header>
          <%- include('../partials/header'); %>
      </header>
      
      <main>
      <div class="row">
          <div class="col-sm-8">
              <div class="jumbotron">
                  <h1>This is great</h1>
                  <p>Welcome to templating using EJS</p>
              </div>
          </div>
      
          <div class="col-sm-4">
              <div class="well">
                  <h3>Look I'm A Sidebar!</h3>
              </div>
          </div>
      
      </div>
      </main>
      
      <footer>
          <%- include('../partials/footer'); %>
      </footer>
      
      </body>
      </html>
      

      Jika kita mengunjungi http://localhost:8080/about, kita dapat melihat halaman about dengan bilah samping! node-ejs-templating-about

      Sekarang kita dapat mulai menggunakan EJS untuk menyalurkan data dari aplikasi Node ke tampilan kita.

      Menyalurkan Data ke Tampilan dan Potongan

      Mari kita definisikan beberapa variabel dasar dan daftar yang harus disalurkan ke halaman beranda kita. Kembalilah ke berkas server.js dan tambahkan yang berikut ini di dalam rute app.get("https://www.digitalocean.com/").

      server.js

      // index page
      app.get("https://www.digitalocean.com/", function(req, res) {
          var mascots = [
              { name: 'Sammy', organization: "DigitalOcean", birth_year: 2012},
              { name: 'Tux', organization: "Linux", birth_year: 1996},
              { name: 'Moby Dock', organization: "Docker", birth_year: 2013}
          ];
          var tagline = "No programming concept is complete without a cute animal mascot.";
      
          res.render('pages/index', {
              mascots: mascots,
              tagline: tagline
          });
      });
      

      Kita telah membuat daftar bernama mascots dan string sederhana bernama tagline. Mari kita masuk ke berkas index.ejs dan menggunakannya.

      Merender Variabel Tunggal di EJS

      Untuk menggemakan variabel tunggal, kita cukup menggunakan <%= tagline %>. Mari kita tambahkan ini ke berkas index.ejs:

      views/pages/index.ejs

      ...
      <h2>Variable</h2>
      <p><%= tagline %></p>
      ...
      

      Mengulang-ulang Data di EJS

      Untuk mengulang-ulang data, kita akan menggunakan .forEach. Mari kita tambahkan ini ke berkas tampilan:

      views/pages/index.ejs

      ...
      <ul>
          <% mascots.forEach(function(mascot) { %>
              <li>
                  <strong><%= mascot.name %></strong>
                  representing <%= mascot.organization %>, born <%= mascot.birth_year %>
              </li>
          <% }); %>
      </ul>
      ...
      

      Sekarang kita dapat melihat informasi baru yang telah ditambahkan di browser!

      node-ejs-templating-rendered

      Menyalurkan Data ke Potongan di EJS

      Potongan EJS memiliki akses ke semua data yang sama seperti tampilan induk. Namun, berhati-hatilah: Jika Anda merujuk variabel di potongan, perlu didefinisikan di setiap tampilan yang menggunakan potongan atau akan dihasilkan kesalahan.

      Anda juga dapat mendefinisikan dan menyalurkan variabel ke potongan EJS dalam sintaks include seperti ini:

      views/pages/about.ejs

      ...
      <header>
          <%- include('../partials/header', {variant:'compact'}); %>
      </header>
      ...
      

      Namun, sekali lagi, Anda perlu berhati-hati ketika berasumsi variabel telah didefinisikan.

      Jika Anda ingin merujuk variabel di potongan yang mungkin tidak selalu didefinisikan, dan memberinya nilai asali, Anda dapat melakukannya seperti ini:

      views/partials/header.ejs

      ...
      <em>Variant: <%= typeof variant != 'undefined' ? variant : 'default' %></em>
      ...
      

      Dalam baris di atas, kode EJS merender nilai variant jika telah didefinisikan, dan default jika tidak.

      Kesimpulan

      EJS memungkinkan kita untuk menjalankan aplikasi secara cepat saat kita tidak membutuhkan sesuatu yang terlalu rumit. Dengan menggunakan potongan dan memiliki kemampuan menyalurkan variabel ke tampilan, kita dapat membuat aplikasi yang bagus dengan cepat.

      Untuk referensi lainnya tentang EJS, lihat dokumentasi resmi di sini.



      Source link

      Cara Menyiapkan Proyek Node dengan Typescript


      Pengantar

      Node adalah lingkungan run-time yang memungkinkan penulisan JavaScript di pihak server. Ini telah banyak digunakan sejak dirilis tahun 2011. Menulis JavaScript di pihak server dapat menjadi hal yang menantang seiring berkembangnya basis kode karena sifat bahasa JavaScript; dinamis dan bertipe lemah.

      Para pengembang yang memilih JavaScript dari bahasa lain sering mengeluhkan kekurangan tipe statis kuat, di sinilah TypeScript hadir menjembatani kesenjangan itu.

      TypeScript adalah super-set bertipe (opsional) dari JavaScript yang dapat membantu membangun dan mengelola proyek JavaScript berskala besar. Ini dapat dianggap sebagai JavaScript dengan fitur tambahan, seperti tipe statis kuat, kompilasi, dan pemrograman berorientasi objek.

      Catatan: TypeScript secara teknis adalah super-set JavaScript, yang berarti semua kode JavaScript adalah kode TypeScript yang valid.

      Berikut ini beberapa manfaat menggunakan TypeScript:

      1. Tipe statis opsional.
      2. Tipe interferensi.
      3. Kemampuan untuk menggunakan Antarmuka.

      Dalam tutorial ini, Anda akan menyiapkan proyek Node dengan TypeScript. Anda akan membangun aplikasi Express menggunakan TypeScript dan menerjemahkannya menjadi kode JavaScript yang rapi dan andal.

      Prasyarat

      Sebelum memulai panduan ini, Node.js sudah harus terinstal di mesin Anda. Anda dapat melakukannya dengan mengikuti panduan Cara Menginstal Node.js dan Membuat Lingkungan Pengembangan Lokal bagi sistem operasi Anda.

      Langkah 1 — Inisialisasi Proyek npm

      Untuk memulai, buat folder baru bernama node_project dan pindah ke direktori itu.

      • mkdir node_project
      • cd node_project

      Selanjutnya, inisialisasi sebagai proyek npm:

      Setelah menjalankan init npm, Anda perlu memberikan informasi tentang proyek Anda kepada npm. Jika Anda lebih suka membiarkan npm mengasumsikan asali yang wajar, Anda dapat menambahkan bendera y untuk melewatkan prompt informasi tambahan:

      Karena kini ruang proyek sudah disiapkan, Anda siap untuk melanjutkan ke instalasi dependensi yang diperlukan.

      Langkah 2 — Menginstal Dependensi

      Dengan proyek npm kosong yang telah diinisialisasi, langkah selanjutnya adalah menginstal dependensi yang diperlukan untuk menjalankan TypeScript.

      Jalankan perintah berikut dari direktori proyek Anda untuk menginstal dependensi:

      • npm install -D typescript@3.3.3
      • npm install -D tslint@5.12.1

      Bendera -D adalah pintasan untuk: --save-dev. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang bendera ini dalam dokumentasi npmjs.

      Sekarang, saatnya menginstal kerangka kerja Express:

      • npm install -S express@4.16.4
      • npm install -D @types/express@4.16.1

      Perintah kedua menginstal beberapa tipe Express untuk dukungan TypeScript. Tipe dalam TypeScript adalah berkas, biasanya dengan ekstensi .d.ts. Berkas digunakan untuk memberikan informasi tentang API kepada tipe, dalam hal ini adalah kerangka kerja Express.

      Paket ini diperlukan karena TypeScript dan Express adalah paket independen. Tanpa paket @types/express, TypeScript tidak dapat mengetahui tipe kelas Express.

      Langkah 3 — Mengonfigurasi TypeScript

      Di bagian ini, Anda akan menyiapkan TypeScript dan mengonfigurasi proses lint untuk TypeScript. TypeScript menggunakan berkas bernama tsconfig.json untuk mengonfigurasi opsi pengompilasi proyek. Buat berkas tsconfig.json di root direktori proyek dan tempelkan dalam cuplikan kode berikut:

      tsconfig.json

      {
        "compilerOptions": {
          "module": "commonjs",
          "esModuleInterop": true,
          "target": "es6",
          "moduleResolution": "node",
          "sourceMap": true,
          "outDir": "dist"
        },
        "lib": ["es2015"]
      }
      

      Mari kita tinjau beberapa hal pokok dalam cuplikan JSON di atas:

      • module: Menentukan metode pembuatan kode modul. Node menggunakan commonjs.
      • target: Menentukan tingkat bahasa keluaran.
      • moduleResolution: Ini membantu pengompilasi mengetahui apa yang dirujuk oleh impor. Nilai node menirukan mekanisme resolusi modul Node.
      • outDir: Ini adalah lokasi untuk keluaran berkas .js setelah penerjemahan. Dalam tutorial ini, Anda akan menyimpannya sebagai dist.

      Alternatif untuk membuat dan mengisi berkas tsconfig.json adalah dengan menjalankan perintah berikut:

      Perintah ini akan menghasilkan berkas tsconfig.json yang telah diberi komentar dengan baik.

      Untuk mempelajari lebih lanjut berbagai opsi nilai kunci yang tersedia, dokumentasi TypeScript resmi memberikan penjelasan tentang setiap opsi.

      Sekarang Anda dapat mengonfigurasi proses lint TypeScript untuk proyek. Dalam terminal yang sedang berjalan di root direktori proyek Anda, tempat tutorial ini dibuat sebagai node_project, jalankan perintah berikut untuk menghasilkan berkas tslint.json:

      • ./node_modules/.bin/tslint --init

      Buka berkas tslint.json yang baru dihasilkan dan tambahkan aturan no-console yang sesuai:

      tslint.json

      {
        "defaultSeverity": "error",
        "extends": ["tslint:recommended"],
        "jsRules": {},
        "rules": {
          "no-console": false
        },
        "rulesDirectory": []
      }
      

      Secara asali, linter di TypeScript mencegah penggunaan awakutu dengan pernyataan console, sehingga perlu secara eksplisit memberi tahu linter untuk mencabut aturan no-console asali.

      Langkah 4 — Memperbarui Berkas package.json

      Pada titik ini dalam tutorial, Anda dapat menjalankan fungsi dalam terminal satu per satu, atau membuat npm script untuk menjalankannya.

      Dalam langkah ini, Anda akan membuat skrip start yang akan mengompilasi dan menerjemahkan kode TypeScript, kemudian menjalankan app.js yang dihasilkan.

      Buka berkas package.json dan perbarui sebagaimana mestinya:

      package.json

      {
        "name": "node-with-ts",
        "version": "1.0.0",
        "description": "",
        "main": "dist/app.js",
        "scripts": {
          "start": "tsc && node dist/app.js",
          "test": "echo "Error: no test specified" && exit 1"
        },
        "author": "",
        "license": "ISC",
        "devDependencies": {
          "@types/express": "^4.16.1",
          "tslint": "^5.12.1",
          "typescript": "^3.3.3"
        },
        "dependencies": {
          "express": "^4.16.4"
        }
      }
      

      Dalam cuplikan di atas, Anda memperbarui jalur main dan menambahkan perintah start ke bagian skrip. Bila memperhatikan perintah start, Anda akan melihat bahwa perintah tsc pertama adalah berjalan, kemudian perintah node. Ini akan mengompilasi kemudian menjalankan keluaran yang dihasilkan dengan node.

      Perintah tsc memberi tahu TypeScript untuk mengompilasi aplikasi dan menempatkan keluaran .js yang dihasilkan dalam direktori outDir yang ditentukan karena telah diatur dalam berkas tsconfig.json.

      Langkah 5 — Membuat dan Menjalankan Server Express Dasar

      Karena TypeScript dan linter telah dikonfigurasi, saatnya membangun Server Express Node.

      Pertama-tama, buat folder src di root direktori proyek Anda:

      Kemudian, buat berkas bernama app.ts di dalamnya:

      Sehingga struktur folder akan terlihat seperti ini:

      ├── node_modules/
      ├── src/
        ├── app.ts
      ├── package-lock.json
      ├── package.json
      ├── tsconfig.json
      ├── tslint.json
      

      Buka berkas app.ts dengan editor teks pilihan Anda dan tempelkan dalam cuplikan kode berikut:

      src/app.ts

      import express from 'express';
      
      const app = express();
      const port = 3000;
      app.get('/', (req, res) => {
        res.send('The sedulous hyena ate the antelope!');
      });
      app.listen(port, err => {
        if (err) {
          return console.error(err);
        }
        return console.log(`server is listening on ${port}`);
      });
      

      Kode di atas membuat Server Node yang mendengarkan permintaan di porta 3000. Jalankan aplikasi menggunakan perintah berikut:

      Jika berhasil dijalankan, pesan akan dicatat ke terminal:

      Output

      • server is listening on 3000

      Sekarang, Anda dapat mengunjungi http://localhost:3000 di peramban Anda dan seharusnya melihat pesan:

      Output

      • The sedulous hyena ate the antelope!

      Jendela peramban berisi pesan: The sedulous hyena ate the antelope!

      Buka berkas dist/app.js dan Anda akan menemukan versi kode TypeScript yang telah diterjemahkan:

      dist/app.js

      "use strict";
      
      var __importDefault = (this && this.__importDefault) || function (mod) {
          return (mod && mod.__esModule) ? mod : { "default": mod };
      };
      Object.defineProperty(exports, "__esModule", { value: true });
      const express_1 = __importDefault(require("express"));
      const app = express_1.default();
      const port = 3000;
      app.get('/', (req, res) => {
          res.send('The sedulous hyena ate the antelope!');
      });
      app.listen(port, err => {
          if (err) {
              return console.error(err);
          }
          return console.log(`server is listening on ${port}`);
      });
      
      //# sourceMappingURL=app.js.map
      

      Saat ini, Anda berhasil menyiapkan proyek Node menggunakan TypeScript.

      Kesimpulan

      Dalam tutorial ini, Anda telah mempelajari alasan TypeScript berguna untuk penulisan kode JavaScript yang andal. Anda juga telah mempelajari beberapa manfaat menggunakan TypeScript.

      Terakhir, Anda telah menyiapkan proyek Node dengan kerangka kerja Express, kemudian mengompilasi dan menjalankan proyek dengan TypeScript.



      Source link